Diterbitkan 20 Nov 2023

Guru Bukan Pecundang

Teknologi yang sudah semakin maju dan semakin maraknya sosial media, menyebabkan pola berpikir dan gaya hidup manusia mengalami perubahan yang cukup frontal dibandingkan zaman sebelum handphone dibuat. Adanya androide cukup memberikan efek yang lumayan bombastis pada gaya hidup kaum Guru dewasa ini.

Dunia Pendidikan

Retna Arum Handayani, S.Pd, M.Pd.I

Kunjungi Profile
78x
Bagikan

Guru Bukan Pecundang[1]

Istilah populer yang sering kita dengar belakangan ini adalah Guru zaman now,  alias Guru zaman sekarang. Teknologi yang sudah semakin maju dan semakin maraknya sosial media, menyebabkan pola berpikir dan gaya hidup manusia mengalami perubahan yang cukup frontal dibandingkan zaman sebelum handphone dibuat. Adanya androide cukup memberikan efek yang lumayan bombastis pada gaya hidup kaum Guru dewasa ini. 

Para Guru dengan pola pikir hedonismenya, membuat Guru mempunyai target-target atau harapan-harapan yang sudah mulai lepas dari fitrahnya sebagai Guru. Gaya hidup konsumtifnya, lebih mendominasi dibandingan pola pikir standarnya. Banyak sekarang aktifitas para Guru diakun sosial medianya sudah mampu mengalahkan fitrahnya sebagai seorang Guru. 

Penulis, sebagai salah satu bagian dari Guru, menyadari sepenuhnya betapa kami-kami sudah terjebak dalam dunia yang fana ini. Budaya menerima keadaan, karena banyak teman yang bernasib sama, kurangnya semangat, kurangnya kemauan, menjadi sebuah hal yang biasa muncul didunia kerja kita sekarang. Situasi yang saling tidak mendukung antara satu personal dengan personal yang lain membuat suasana kerja yang tidak kondusif semakin tercipta. 

Sudah menjadi budaya karena beranggapan bahwa pendapatannya sudah mencukupi bagi biaya kehidupan keluarganya, kadang seseorang berpikir buat apa melakukan hal-hal baru jika mengerjakan pekerjaan yang standar saja sudah mendapatkan penghasilan yang cukup. Sulitnya mencari kawan yang bisa diajak untuk lari atau minimal jalan cepat dalam berinovasihal ini membuat orang-orang yang bekerja disuatu instansi atau organisasi menjadi ikut tidak bersemangat. 

Iklim yang tidak kondusif ini sebenarnya sudah menjadi penyakit kronis dan menahun. Pihak pemerintah sudah merespon wacana kronis ini, dengan upaya menerapkan kurikulum Merdeka. Maka sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah, kita sebagai Guru harus bersemangat menyehatkan mental kita, dengan berkiprah lebih baik di Madrasah. Dengan harapan dan keyakinan, mental Guru yang sehat, akan mencetak peserta didik yang mempunyai attitude baik, sehingga tercipta generasi bangsa yang berkarakter unggul.

PASIF DIDUNIA NYATA

Nrimo Ing Pandum, kata-kata yang sebenarnya menjadi toxic di dalam mindset seorang Guru. Satu kejahatan terhadap kemanusiaan adalah zalim terhadap diri sendiri, merasa cukup sehingga sibuk dengan kehidupan hedonismenya, memandang bahwa kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam hidup, suka berbelanja tanpa perhitungan, bagai kegedhen empyak kurang cagak. Bahagia dan puas dengan penghasilan atau gajinya, sehingga lupa bahwa Guru digaji oleh pemerintah untuk bersama dengan pemerintah, mencerdaskan anak bangsa.

Merasa kurangnya tantangan didalam pekerjaanya, ditambah beban jam mengajar yang banyak, sehingga kadang seorang guru merasa sangat sibuk, tugas Madrasah dalam kepanitiaan, merasa tanpa dukungan dari stakeholder, sehingga saat pulang diwaktu sore, badan serta pikiran terasa lelah.

Zaman yang galau ikut membuat kita sebagai Guru menjadi ikutan galau, trend budaya rebahan membuat kita menjadi lebih nyaman melirik konten-konten di sosial media untuk membunuh waktu. Sibuk update informasi-informasi yang lewat di group whatsapp yang bejibun. Sibuk berperan sebagai komentator di-story whatsapp alam sekitar. Belum lagi urusan keluarga dan masyarakat. Ditambah merasa tidak punya ide,malas mencari ide dan lebih paranya lagi males berpikir.

KOBARKAN API SEMANGAT

Berkaryalah, dengan harapan karya kita yang tercipta, akan menjadi kenang-kenangan untuk dikenang semua yang mengenal kita ataupun yang tidak melihat kita secara langsung. Semoga karya kita menjadi salah satu bentuk ikhtiar, bentuk usaha yang bernilai sama dengan ibadah dengan harapan menjadi catatan amal baik saat dihisab Allah SWT kelak. 

Anggaplah, segala usaha kita yang baik, sebagai upaya menunggu jeda waktu sujud dengan melakukan kegiatan yang positif. Sujud dalam salat merupakan kewajiban bagi umat Islam untuk mencapai rida dan derajat tertinggi di sisi Allah SWT, Tuhan yang Maha kuasa. Sebenarnya sibuk, benar-benar sibuk, hanya hati kita bisa bilang tidak sibuk, dan itu pasti bisa. 

Dongkrak jiwa pendidik dalam diri kita yang mulai meredup, dengan tetap semangat, yakinlah bahwa dunia tidak selebar daun kelor. Karena semangat Guru akan berefek positif pada semangat peserta didik. Bantulah orang tua diluar sana, yakinlah kitapun akan dibantu selaku orang tua anak kita oleh Guru yang lain diluar sana. Karena kita tahu, menjadi orang tua, adalah impian setiap mahluk hidup yang ada didunia ini, tak terkecuali manusia. Lahirnya anak dari rahim yang dikandung selama 9 bulan 10 hari adalah sebuah keajaiban Allah SWT yang diberikan ke manusia dengan jenis kelamin perempuan. 

Anak adalah titipan terindah yang Allah SWT berikan ke dalam sebuah keluarga. Saat masih bayi, sosok mungil yang indah menjadi sumber kebahagian dalam keluarga. Kebanggaan dan kebahagiaan yang tidak dapat diuraikan dengan kata-kata. Dan setiap manusia dewasa pasti merasakannya saat mempunyai seorang anak. Sebuah tanggung jawab orang tua semakin tampak dan menjadi cukup “berat” saat anak-anak kita menjadi dewasa, mulai dari pemilihan sekolah, jenjang PAUD-nya mau dimana, SD mana SMP mana dan seterusnya

Malah kadang muncul pikiran apakah saat Madrasah diperlakukan dengan baik oleh Gurunya, diperhatikan dibimbing, dan lain-lain, karena selaku orang tua pasti punya pikiran seperti itu, maka marilah selaku pendidik kita membuat timbal balik dengan perlakuan baik yang sama. Perlakukan peserta didik dengan baik seperti kita memperlakukan anak kandung kita, maka yakinlah pasti di Madrasah, anak kita juga akan diperlakukan dengan baik.

SELAMAT DATANG MENTAL YANG SEHAT

Tetap semangat, selalu ceria dan berbahagialah, yakinkan diri kita sendiri bahwa hidup kita sangatlah berarti. Berbahagia dan tetaplah tegar. Selalu berpikir positif, mendidik anak kita dimadrasah dengan baik, maka meyakini bahwa anak kandung kita juga akan dididik dengan baik oleh gurunya, bentuk kesadaran akan janji Allah SWT, segala sesuatu hal yang kita lakukan berdasarkan niat yang baik maka akan mendapatkan keanugrahan berupa kebaikan juga. 

Datang lebih awal, dengan harapan pikiran kita masih fresh, masih segar, maka rasa segar ini diharpkan dapat menjelaskan-dongkrak semangat untuk memulai aktivitas. Akan lebih bagus lagi jika sampai di Madrasah kita langsung melaksanakan solat sunah untuk yang muslim, tubuh yang segar setelah berwudhu dan solat akan membawa aura positif sepanjang hari.

Mendampingi mereka generasi penerus bangsa, menumbuhkan prilaku peserta didik yang memesona, sanggup mengubah kebiasaan jelek peserta didik menjadi baik, mau bergaul dengan semua kawannya, menerima segala kelebihan dan kekurangan orang lain, memperlakukan seluruh komponen Madrasah sebagai sahabatnya dan di dalam hatinya selalu berpikiran positif.

Mari selalu mengobarkan semangat berliterasi pada peserta didik, mengajak mengeksplorasi lingkungan sekitar, melakukan penelitian kecil kecilan, yang inspirasinya bisa browsing di social media. Bisa juga memotivasi peserta didik untuk membukukan tulisan storyWA dalam tulisan tangan atau ketikan di memo HP.

Marilah awali hidup bersama dilingkungan yang lama, buatlah tim dengan peserta didik kita. Tim kecil yang dibuat akan mempunyai nilai positif yaitu menampung bakat bakat terpendam peserta didik kita, yang mulai sedikit tampak saat kita melaksanakan pembelajaran, tidak harus bakat yang terkait dengan disiplin ilmu kita. Misalnya bakat IT bakat membuat konten, bakat mengedit foto, tekun saat menulis, selalu terlihat semangat saat di Madrasah atau Sekolah. Itulah bentuk bakat bakat khusus yang mulai tampak. 

Jika semua guru dalam sebuah Madrasah atau Sekolah membentuk tim kecil mereka dengan beberapa peserta didik sesuai dengan ide yang ingin dibangun oleh guru, maka sudah dapat dipastikan bahwa lingkungan Madrasah akan menjadi sangat dinamis. Percayalah, tidak ada peserta didik yang bodoh. Mereka pasti punya kelebihan yang bisa digali.

Dunia hanya persinggahan sementara maka sehatkanlah mental kita sebagai seorang guru. Kasihan anak didik  jika gurunya saja tidak bisa menyehatkan mentalnya.

KESIMPULAN

Tetaplah semangat, warnailah hidup ini dengan hal positif yang muncul dalam hati dan pikiran kita

Kenalkan ilmu dan gandenglah peserta didik kita untuk membuka jendela dunia. Saatnya nanti, Ketika sang Pencipta memanggil kita untuk pulang, maka kita akan berjalan pulang dengan tersenyum Bahagia.


[1] Retna Arum Handayani, S.Pd, M.Pd.I_ Guru Kimia di MAN 1 Wonosobo


Penyunting: Putra

0

0

Komentar (0)

-Komentar belum tersedia-

Buat Akun Gratis di Guru Inovatif
Ayo buat akun Guru Inovatif secara gratis, ikuti pelatihan dan event secara gratis dan dapatkan sertifikat ber JP yang akan membantu Anda untuk kenaikan pangkat di tempat kerja.
Daftar Akun Gratis

Artikel Terkait

Memahami dan Memulihkan literasi digital dengan Platform Digital menuju dunia pendidikan berkemajuan
4 min
Project Based Learning, Pembelajaran untuk Menyiapkan Generasi Emas
Menelisik Ruang Kelas Futuristik 5.0: Konsep Pemberdayaan Guru IPA Inovatif Melalui Media “Assemblr 3D & Metaverse” Berbasis Multiple Representasi dalam Upaya Penguatan Literasi Digital
Penguatan Literasi Digital Melalui Inovasi Teknologi Pendidikan
2 min
Menjadi Guru Melek Digital untuk Menyongsong Indonesia Emas 2045
4 min
Pentingnya Literasi Digital dalam Pendidikan

BUSTANOL ARIFIN

Aug 19, 2023
3 min

Guru Inovatif

Jam operasional Customer Service

06.00 - 18.00 WIB