3 Langkah yang Perlu Dipersiapkan Satuan Pendidikan untuk Menyelenggarakan P5 - Guruinovatif.id: Platform Online Learning Bersertifikat untuk Guru

Diterbitkan 12 Okt 2023

3 Langkah yang Perlu Dipersiapkan Satuan Pendidikan untuk Menyelenggarakan P5

Projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) menjadi salah satu sarana yang memberikan kesempatan kepada murid untuk menjadi manusia yang unggul dan produktif di abad 21. Simak prinsip dan langkah yang perlu dipersiapkan sebelum menerapkan P5 di satuan pendidikan Anda dalam artikel ini!

Dunia Pendidikan

Redaksi Guru Inovatif

Kunjungi Profile
7714x
Bagikan

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan pembelajaran interdisipliner ilmu untuk mengamati dan merancang solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitar dalam menguatkan berbagai kompetensi yang terkandung dalam Profil Pelajar Pancasila.

Secara ringkas, P5 merupakan kegiatan kokurikuler berbasis projek yang disusun agar mencapai kompetensi dan karakter yang sesuai dengan profil pelajar Pancasila dan berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan. Pengimplementasian P5 dapat dilakukan secara fleksibel dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaannya. Satuan pendidikan dapat melibatkan masyarakat sekitar dan/atau dunia kerja dalam merancang dan melaksanakan projek penguatan profil pelajar Pancasila.

Baca juga:     
Kokurikuler, Kegiatan Pengembangan Karakter Siswa

Dalam artikel ini, kita akan menyimak apa saja prinsip-prinsip yang ada di dalam P5 serta langkah-langkah apa saja yang perlu disiapkan sebelum menerapkan P5. Simak artikel ini sampai akhirya Bapak/Ibu guru!

4 Prinsip yang Terkandung dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)

Sebelum menerapkan projek penguatan profil pelajar Pancasila, kita perlu mengetahui 4 prinsip yang ada dalam P5 ini, antara lain:

1. Holistik

Holistik memiliki makna untuk memandang suatu hal secara utuh dan menyeluruh, tidak hanya sebagian atau terpisah-pisah. Dengan berpikir secara holistik dalam merencanakan serta merancang P5, akan mendorong kita untuk menelaah satu tema secara utuh dan memahami berbagai hubungannya secara mendalam. Oleh sebab itu, tiap tema projek yang dilaksanakan bukan hanya menjadi sebuah wadah tematik, namun menjadi wadah untuk menyatukan beragam perspektif dan konten pengetahuan secara terpadu.

Cara pandang holistik juga dapat mendorong kita untuk menemukan koneksi antar komponen yang terlibat dalam pelaksanaan P5, seperti peserta didik, tenaga pengajar, satuan pendidikan, masyarakat, dan realitas kehidupan sehari-hari.

2. Kontekstual

Prinsip ini berkaitan dalam usaha mendasar pada kegiatan pembelajaran yang dihadapi dalam kehidupan secara nyata. Prinsip kontekstual akan mendorong tenaga pengajar dan peserta didik untuk mengambil bahan pembelajaran utama berdasarkan realitas kehidupan yang terjadi di lingkungan sekitar sehari-hari. Sebagai penyelenggara kegiatan, satuan pendidikan harus membuka ruang dan kesempatan pada peserta didik untuk mengeksplorasi berbagai hal di luar lingkup satuan pendidikan.

Oleh sebab itu, tema-tema projek profil yang diberikan sebisa mungkin dapat menyentuh dan menjawab persoalan yang terjadi di daerah masing-masing. Pengalaman dari memecahkan permasalahan dan memberikan solusi nyata yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari, dapat meningkatkan pemahaman serta kemampuan peserta didik secara aktif.

3. Berpusat pada peserta didik

Dengan prinsip pembelajaran yang berpusat pada pesert didik, skema pembelajaran akan lebih banyak melibatkan peserta didik menjadi subjek pembelajaran yang aktif untuk mengelola proses belajar secara mandiri. Hal ini juga memberikan kesempatan pada peserta didik untuk memilih dan mengusulkan topik projek profil sesuai minatnya. Peran tenaga pendidik sebagai pelaku utama kegiatan belajar seperti menjelaskan banyak materi dan memberikan banyak instruksi akan berkurang. Namun tenaga pendidik akan menjadi fasilitator dalam proses pembelajaran di kelas.

Dengan harapan, setiap kegiatan pembelajaran akan mengasah kemampuan, menumbuhkan sifat inisiatif, dan daya dalam menentukan pilihan serta memecahkan masalah yang dihadapi peserta didik.

4. Eksploratif

Prinsip ini akan berkaitan erat dengan semangat peserta didik untuk membuka ruang yang luas dalam proses pengembangan diri dan inkuiri, baik secara terstruktur maupun bebas. Projek penguatan profil pelajar Pancasila tidak dibatasi struktur intrakurikuler yang melibatkan dengan skema formal pengaturan mata pelajaran. Sehingga projek profil memiliki cakupan area eksplorasi yang luas, baik dari segi jangkauan materi pelajaran, alokasi waktu, dan penyesuaian dengan tujuan pembelajaran.

Baca juga:     
Kuak Rahasia Metode Pembelajaran Terbaru yang Membuat Siswa Terlibat Aktif dan Paham Lebih Dalam! Temukan Keajaiban Inquiry-Based Learning dalam Pendidikan Modern!

Meskipun begitu, saat perencanaan dan pelaksanaannya, tenaga pendidik tetap dapat merancang kegiatan projek profil secara sistematis dan terstruktur agar memudahkan pelaksanaannya. Harapannya, projek profil dapat melengkapi dan menguatkan kemampuan peserta didik yang didapatkan dalam program intrakurikuler.

3 Langkah yang Perlu Dipersiapkan Satuan Pendidikan untuk Menyelenggarakan P5
Projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan murid berdasarkan permasalahan yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari (Sumber gambar: Freepik)

3 Langkah Persiapan Penyelenggaraan P5

Setelah memahami prinsip-prinsip projek penguatan profil pelajar Pancasila, kita beranjak untuk menyiapkan langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan sebelum melaksanakan P5 di masing-masing satuan pendidikan.

1. Membangun budaya satuan pendidikan yang mendukung

Langkah pertama yang perlu disiapkan di masing-masing satuan pendidik adalah membangun budaya satuan pendidikan yang mendukung pelaksanaan P5. Hal-hal yang dimaksudkan dalam langkah ini meliputi:

  • Berpikiran terbuka: Pembelajaran yang inovatif sering kali terhambat dengan adanya budaya kontraproduktif seperti, tidak senang meneria masukan atau menutup wawasan terhadap berbagai bentuk perbedaan. Oleh karena itu satuan pendidikan diharapkan dapat menghidupkan budaya senang menerima masukan, terbuka terhadap perbedaan, dan berkomitmen pada setiap upaya yang mengarah ke perubahan yang lebih baik.
  • Senang mempelajari hal baru: Pada dasarnya perkembangan tiap individu sebagai pembelajar akan terhenti jika tidak mempelajari hal-hal yang baru. Oleh sebab itu, memelihara rasa ingin tahu merupakan budaya yang perlu dihidupkan di lingkungan satuan pendidikan.
  • Kolaboratif: Kegiatan pembelajaran berbasis projek juga membutuhkan lingkar sosial yang dpat mendukung penyelenggaraannya. Dalam hal ini, budaya kolaboratif menjadi hal yang penting untuk dibangun dibandingkan dengan budaya kompetitif. Sehingga pelaksanaan P5 akan berjalan secara menyeluruh dan optimal.

Baca juga:     
Pembelajaran Berbasis Proyek dan Manfaat Penerapannya di Kelas

2. Memahami peran peserta didik, pendidik, dan lingkungan satuan pendidikan

Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila baru akan berjalan optimal apabila komponen-komponen utama pembelajaran berjalan secara optimal. Komponen-komponen utama ini antara lain:

  • Peserta didik, sebagai subjek pembelajaran yang aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan
  • Tenaga pendidik, sebagai fasilitator pembelajaran yang membantu mengoptimalkan proses pembelajaran peserta didik
  • Lingkungan satuan pendidikan, sebagai pendukung terselenggaranya kegiatan pembelajaran dalam hal menyediakan fasilitas dan lingkungan belajar yang kondusif

3. Mendorong penguatan kapasitas pendidik

Untuk menjalankan kegiatan projek profil, keterlibatan serta pemahaman mengenai projek penguatan profil pelajar Pancasila tenaga pengajar sangatlah penting. Oleh karena itu, satuan pendidikan perlu memberikan pengembangan kapasitas kemampuan pendidik dalam melaksanakan projek penguatan profil pelajar Pancasila.

Pengembangan kapasitas untuk tenaga pengajar dapat dilakukan melalui pelatihan, berbagi praktik baik di lingkaran komunitas belajar, diskusi bedah pustaka, dan lain sebagainya.

Kesimpulan

Projek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan program kegiatan kokurikuler interdisipliner yang mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitar. Harapannya, projek penguatan ini dapat menjadi sarana yang optimal untuk mendukung peserta didik menjadi individu yang berkompeten sepanjang hayat, berkarakter, dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Untuk menerapkan projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) di satuan pendidikan Anda masing-masing, Anda perlu memahami 4 prinsip yang terkandung dalam P5, yakni holistik, kontekstual, berpusat pada peserta didik, dan eksploratif. Setelah memahami keempat prinsip ini, Anda perlu membangun kesiapan komponen-komponen yang berada di lingkungan satuan pendidikan masing-masing. Hal yang perlu dipersiapkan antara lain, membangun budaya satuan pendidikan yang mendukung hingga mendorong kapasitas tenaga pendidik.

Sumber:

Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Daftar Akun sekarang untuk mendapatkan 7 hari gratis layanan premium!     
Dapatkan akses ke seluruh materi online course dan fasilitas di GuruInovatif.id


Penulis: Eka | Penyunting: Putra

Lebih Lengkap

0

0

Komentar (0)

-Komentar belum tersedia-

Buat Akun Gratis di Guru Inovatif
Ayo buat akun Guru Inovatif secara gratis, ikuti pelatihan dan event secara gratis dan dapatkan sertifikat ber JP yang akan membantu Anda untuk kenaikan pangkat di tempat kerja.
Daftar Akun Gratis

Artikel Terkait

Berawal dari Hal yang Kecil “MINIATUR KINCIR AIR”
Peranan Penting Literasi Digital Dalam Dunia Pendidikan

HIKMAN NABIL ZIFA

Sep 09, 2023
59 sec
Tips Sukses Program Tahfidz Quran Juz 30 untuk Sekolah Dasar

ILMU SANTRI MEDIA

Jun 07, 2023
1 min
Mewujudkan Indonesia Emas 2045 Melalui Penerapan P5 Wirausaha “Market Day” Sejak Dini
3 min
5 Bahan Ajar untuk Merdeka Mengajar

LIAM OGUZ

Sep 09, 2023
3 min
Akselerasi 4 Pilar Literasi Digital bagi Siswa dan Guru

eka sugeng ariadi

Sep 09, 2023
3 min

Guru Inovatif

Jam operasional Customer Service

06.00 - 18.00 WIB